Posts

Showing posts from June, 2020

Menantu yang montok

 menantu montok Gairah kelelakian Pak Suryo yang terpendam kepada Adinda memang menuntut karena sang menantu makin dipandang makin menggiurkan saja. Ditahan makin lama makin meluap dan ketika dicoba mengutarakannya dengan memancing-mancing sambil mengobral banyak pemberian nampaknya tidak ada penolakan dari Adinda, dengan sendirinya kelanjutan ke arah hubungan terlarang ini menjadi semakin mulus. Tidak bisa disalahkan, Adinda yang latar belakangnya binal kalau sudah terlalu dekat apalagi sudah terlalu banyak dibanjiri hadiah sang mertua, maka kesadarannya pun cepat saja jadi buntu ketika itu. Jelas, karena sebenarnya bukan baru dimulai saat itu saja tapi dari awalnya Adinda memang sudah diincar oleh Pak Suryo dan Adinda sendiri juga sudah menaruh perasaan tertarik kepada bossnya yang simpatik ini. Cuma saja karena keburu diserobot duluan oleh Mas Indra yang lebih ngotot maka perasaan hati keduanya sempat tersendat dan sekarang mulai terungkit kembali. Menggelegak semakin hari semak...

Cerita birahi part 3

Berbeda dengan 3 temannya, Moniq sudah menentukan pekerjaan apa yang akan dicobanya. Dari dulu, dia ingin sekali menjadi peternak karena dia memang suka sekali dengan boneka sapi yang lucu-lucu. Di dalam kamarnya, mungkin ada lebih dari 10 boneka sapi dengan berbagai ukuran.         “tok tok tok !!”.     “Bi Inah yaa ?”.     “iyaa non…”.     “masuk, Bi…”.     “ini susunya, non…”.     “waah…asiiik…”. Moniq langsung meneguk habis segelas susu yang dibawa Bi Inah.     Moniq sangat suka minum susu, tapi anehnya badannya tidak bertambah tinggi. Dibandingkan dengan 3 temannya pun, Moniq lah yang paling mungil dan imut-imut namun badannya benar-benar sekal dan begitu padat berisi. Moniq adalah anak satu-satunya dari kedua orang tuanya, tak heran kalau dia agak manja karena selalu dimanja kedua orang tuanya. Keluarga Moniq adalah keluarga yang harmonis dan sangat berada. Moniq mendapatkan kehangatan dan kasih sayang...

Cerita birahi part 2

Terasa hangat, harum, dan empuk. Malih membuka matanya.     “pagi, Pak…”, sapa Riri dengan senyuman manis.     “eh non Riri..”, ujar Malih pelan sambil mengucek-ngucek matanya. Rupanya, ia tidur sambil memeluk tubuh Riri, pantas terasa hangat, harum, dan empuk. Riri bagaikan guling untuk Malih. Lihat saja, posisi kaki kiri Malih ada di atas tubuh Riri, persis seperti sedang mengkekep guling. Rupanya, Malih hanya bermimpi saja. Mimpi menyetubuhi Lina lalu tertangkap basah oleh Intan, Moniq, dan juga Riri ternyata hanyalah mimpi belaka. Padahal terasa begitu nyata, kenikmatannya benar-benar terasa nyata. Sepertinya, Malih tertidur setelah bercinta penuh gairah dengan Riri. Kaki Malih pun turun dari paha Riri.     “Pak Malih. Riri mau mandi ya..”.     “oh iya, non…”. Malih mengangkat tangannya dari tubuh Riri. Gadis cantik itu turun dari ranjang. Sungguh pemandangan yang indah di pagi hari. Riri membuka hordeng dan juga jendela, membiarkan sinar dan ...